Kultur

Warga Ngidih Anten Dan Ngaben Pantang Melintas Didepan Pura Jlihlambih Di Pekambingan

 Senin, 19 September 2022

SejarahBali.com

IKUTI SEJARAHBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sejarahbali.com, Denpasar - 

Adanya berbagai mitos berkembang secara turun - temurun serta dipercaya hingga saat ini di beberapa daerah di Bali.

Salah satunya mitos disalah satu Pura di Denpasar Pura tersebut bernama Pura Jlihlambih, di Desa Adat Pekambingan, Denpasar. Adapun mitos dipercaya oleh masyarakat setempat yaitu, sangat pantang bagi seseorang yang akan meminang seorang gadis (Ngidih Anten) melintas di areal depan Pura Jlihlambih.

Selain itu, bagi seseorang memiliki keluarga meninggal dunia atau melakukan prosesi pelaksanaan upakara ngaben juga tidak diperbolehkan melintas di areal depan Pura.

Mitos tersebut  menurut, Jero Mangku I Made Arta, Jero Mangku Pura Jlihlambih, Desa Adat Pekambingan, Denpasar  menyampaikan, konon pemedal Pura menghadap ke barat atau ke jalan raya.Kemunginkan Ida Sesuhunan melingih di Pura Jlihlambih tenget sehingga, tidak berkenan arealnya dilintasi oleh warga yang memiliki dua upakara tersebut.

Selain itu, Pura Jlihlambih merupakan Pura Subak dengan posisi Pura berada di hulu.Mungkin karena, posisi Pura juga berada di hulu sehingga membuat agak pantang dilewati.


Halaman :


Sejarah Bali Bali Sejarah Kultur Denpasar Ngaben Pantang Pura


Tonton Juga :











Sejarah Terpopuler





TRENDING TERHANGAT