SEJARAH PANJANG PEMBANGUNAN GARUDA WISNU KENCANA GWK

  • 11 Oktober 2020

Garuda Wisnu Kencana atau lebih dikenal dengan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK). Patung dengan ketinggian 263 meter dari permukaan laut ini ternyata memiliki cerita dan desain yang luar biasa.

Tempat wisata Garuda Wisnu Kencana di Bali selalu ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Patung Garuda Wisnu Kencana dibangun tahun 1997 dengan modal yang berasal dari BUMN.

Bali Tourism Development Corporation (BTDC), dan Bali I Nyoman Nuarta yang merupakan pembuat patung tersebut. Garuda Wisnu Kencana merupakan wujud dari Dewa Wisnu yang adalah Dewa Pemelihara (Sthiti).

Dalam agama Hindu Dewa Wisnu digambarkan mengendarai seekor burung Garuda. Bentuk ini berasal dari kisah Garuda dan Kerajaannya yaitu Dewa Wisnu yang melindungi burung Garuda.

Karena telah berbakti dan berkorban untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan. Nama Garuda Wisnu Kencana berasal dari nama tokoh yang ada yaitu Garuda dan Wisnu.

Sedangkan kencana berarti emas karena tahta tempat patung burung Garuda dan Dewa Wisnu berdiri dilapisi emas. Walaupun sempat terhenti pembangunannya karena krisis moneter pada tahun 1998.

Nyoman sebagai tokoh yang membuat Garuda Wisnu Kencana menargetkan patung akan berdiri sempurna pada akhir tahun 2017. Selain itu, pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana sempat menuai kontroversi dari pemuka agama Hindu di Bali.

Para pemuka agama menganggap ukuran patung yang besar akan mengganggu keseimbangan spiritual Pulau Bali, mereka melihat bahwa patung itu tidak patut dijadikan sebagai tempat wisata.

Namun, sebagian mendukung karena patung Garuda Wisnu Kencana mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Akhirnya diputuskan pembangunan tetap dijalankan sampai saat ini.

Bahan patung Garuda Wisnu Kencana menggunakan campuran tembaga dan baja seberat 3.000 ton. Megaproyek patung Garuda Wisnu Kencana memiliki desain yang unik.

 

Komentar