MONUMEN BHUWANA KERTA, SIMBOL PERJUANGAN RAKYAT BULELENG

  • 14 Oktober 2020

Monumen Bhuwana Kerta yang berada di Bali Utara merupakan monumen perjuangan untuk memperingati perjuangan rakyat Bali. Monumen ini memiliki makna dunia yang damai, tata-tentram kerta raharja.

Monumen perjuangan ini dibangun setelah perjuangan rakyat Bali dalam memertahankan daerahnya dari kolonialisme Belanda, yang ingin memecah belah rakyat Bali pasca proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan.

“Bila Republik Indonesia menang, ditempat ini akan dibangun sebuah Pura Republik”. Ikrar nasionalisme ini diucapkan oleh para pejuang kemerdekaan pada 17 Januari 1948.

Terdapat kata “Pura Republik” terucapkan dalam ikrar tersebut, namun belum terpikirkan bagaimana nanti wujud fisiknya. Tetapi sebagai bangsa timur yang banyak memiliki bahasa simbol, hal itu tak jadi masalah.

Interpretasi terhadap kata “Pura Republik” itu tentu akan mudah dilakukan setelah Indonesia bebas dari cengkeraman pasukan Belanda. Meskipun beberapa kendala sempat dihadapi, namun akhirnya disepakatilah bahwa yang dibangun bukan pura  tetapi monumen.

Monumen Bhuwana Kerta pun dibangun dengan peletakan batu pertama pembangunannya dilaksanakan pada 31 maret 1966. Luas areal Monumen Bhuwana Kerta sekitar 1,350 hektar.

Monumen Bhuwana Kerta bertinggi 17 meter, merupakan visualisasi simbolik angka keramat kemerdekaan bangsa Indonesia. Puncak monumen berwujud padmasana dan api, merupakan simbol Tuhan yang memberi anugerah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Di bawah wujud padmasana dan api terdapat wujud delapan helai daun teratai, manifestasi Tuhan dalam keyakinan Hindu. Selain itu, bentuk ini merupakan simbol dari bulan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Monumen Bhuwana Kerta berada di Jalan Ki Barak Panji Sakti, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Bali. Jaraknya sekitar 150 km dari Bandara Ngurah Rai atau hanya 3 km saja dari Kota Denpasar.

Komentar