KISAH MISTIS TAMAN FESTIVAL BALI

  • 15 Oktober 2020

Taman Bali Festival, sebuah tempat rekreasi dan wisata yang populer di kawasan pariwisata Denpasar di tahun 1997. bahkan sampai saat inipun ketika tempat ini tidak terurus lagi dan sudah terbengkalai.

Tetap menjadi tujuan wisata menarik bagi orang-orang tertentu, tempat ini terkesan angker, horor dan mistis.

Pulau Bali memiliki banyak keindahan yang pantas untuk dinikmati oleh wisatawan. Kemolekan pantainya, kecantikan alam pegunungan menjadi sesuatu hal mainstream yang membuat wisatawan betah.

Di balik keindahan tersebut ada beberapa tempat yang menampilkan wisata horor atau menyeramkan, salah satunya adalah bekas bangunan Taman Festival Bali di Denpasar.

Tempat ini dibiarkan terbengkalai, sebelumnya Taman Festival Bali adalah sebuah tempat wisata yang memiliki banyak hiburan. Taman Festival Bali di Denpasar telah populer yaitu sejak pada tahun 1997, akhirnya menjadi tujuan wisata sekaligus Tour yang diminati dan sering dipenuhi pengunjung.

Namun situasinya sekarang berbeda, bangunan tidak terurus, ditumbuhi semak belukar, ada bekas coretan-coretan di dinding bangunan. Konon kabarnya di setiap bangunan tersebut sudah ada penunggu setianya. Dan juga bahkan di pakai syuting film horor oleh stasiun tv lokal indonesia. 

Masyarakat setempat menyatakan taman ini telah dijadikan tempat perkumpulan mahluk halus (leak). Petugas penjaga yang menjaga tamanpun kabarnya kerap mendengar suara anak kecil berlarian di sekeliling taman tersebut.

Bahkan pernah suatu hari di mana di bali pada hari tertentu seperti purnama kajeng kliwon, petugas tersebut hendak menghaturkan canang ke belakang taman tersebut ada sebuah pura yang di sebut “penungun karang”.

Karena jauh petugas tersebut harus mengendarai motor membawa canang (sesaji) persembahan untuk penjaga di tempat itu. Tiba tiba di jalan yang melewati bangunan hancur, terdengar suara perempuan yang memanggil sambil menangis di tempat itu.

Petugas itu pun tidak menghiraukanya karna dia akan melakukan persembayangan.

Komentar