PASAR PAYUK, AWAL MULA MASUKNYA ISLAM DI WANASARI DENPASAR

  • 16 Oktober 2020

Pasar Payuk berkaitan erat dengan awal mula masuknya umat Islam di Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar .Pada mulanya masyarakat Dusun Wanasari merupakan orang-orang pasar atau para pendatang yang datang dari berbagai daerah di Nusantara. 

Seperti Jawa, Madura, Lombok, dan bahkan etnis Cina yang mendiami wilayah pasar khususnya Pasar Payuk. Dimana Pasar Payuk merupakan cikal-bakal dari salah satu pasar tradisional terbesar di Denpasar saat ini, yakni Pasar Kumbasari.

Orang-orang pasar atau para pendatang dari luar Bali tersebut semakin lama semakin banyak dan memadati wilayah pasar. Sehingga Raja Badung menawarkan tempat kepada masyarakat yang berada di sekitar Pasar Payuk.

Untuk memilih antara dua wilayah yakni wilayah Wanasari dan wilayah Pemecutan. Dilihat dari Persentasenya 75% masyarakat sekitar Pasar Payuk memilih untuk menempati wilayah Wanasari.

Hal ini dikarenakan Wanasari merupakan tempat yang dekat dengan perairan, dan air merupakan unsur yang sangat penting bagi kehidupanSebagai ibukota Provinsi Bali, Denpasar memiliki aktivitas yang cukup padat.

Mulai dari pusat-pusat pemerintahan, pusat perdagangan, dan pariwisata. Dengan banyaknya Aktivitas ini, orang luar melihat Denpasar adalah tempat yang cukup menjanjikan kesuksesan. Konsekuensi dari keadaan ini adalah tingginya arus urbanisasi, di mana persentase terbesar datang dari urbanisasi penduduk yang tidak terencana dan terkendali.

Mereka umumnya bekerja pada sektor informal tanpa keterampilan dan tidak bermodal. Masyarakat inilah yang mendiami wilayah Pasar Payuk dan kemudian dipindahkan ke wilayah Wanasari.

Masyarakat di wilayah Wanasari tersebut akhirnya membangun sebuah pemukiman yang diberi nama Kampung Jawa. Dalam perkembangannya, untuk menghilangkan identitas kesukuan, dan menghindari perpecahan di antara kaum penduduk Kampung Jawa.

Maka nama dari Kampung Jawa diganti menjadi Kampung Wanasari. Nama Wanasari diambil dari nama tempat tersebut yakni wilayah Wanasari.

Komentar