SEJARAH DAN MITOS PURA TANAH LOT

  • 21 Oktober 2020

Pura Tanah Lot merupakan tempat persembahyangan bagi umat Hindu Bali. Di tempat ini ada 2 pura. Satu di atas bongkahan batu dan yang satu berada di atas tebing di pinggir pantai.

Tanah Lot merupakan tempat wisata eksotis dengan pemandangan laut dan keindahan matahari tenggelamnya. Namun, pernahkah kalian mendengar mitos tentang tempat tersebut?

 

Ada beberapa mitos tersebar di kalangan masyarakat sekitar. Menurut legenda, dikisahkan pada abad ke -15, Bhagawan Dang Hyang Nirartha melakukan misi penyebaran agama Hindu dari Jawa ke Bali.

Yang berkuasa di pulau Bali pada saat itu ialah Raja Dalem Waturenggong. Dikisahkan, Dang Hyang Nirartha melihat sinar suci dari arah laut selatan Bali. Maka Dang Hyang Nirartha mencari lokasi sinar tersebut. Tibalah beliau di sebuah pantai di Desa Beraban Tabanan.

Lalu Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi di atas batu karang yang menyerupai bentuk burung beo.Dang Hyang Nirartha memindahkan batu karang (tempat bermeditasinya) ke tengah pantai dengan kekuatan spiritual.

Batu karang tersebut diberi nama Tanah Lot yang artinya batukarang di tengah lautan. Adanya Tanah Lot sebagai tempat wisata populer di Bali saat ini turut meningkatkan kesejahteraan warga Desa Beraban.

Namun, hati-hati. Tanah Lot juga memiliki sejumlah mitos. Konon, kalau kita membawa pasangan ke Tanah Lot, hubungan cepat berakhir. Selain itu ada juga mitos tentang ular suci penjaga pura.

Ular yang berada di tempat ini berjenis ular laut yang bisanya sangat mematikan. Mitos lain yang dipercaya masyarakat adalah air di Tanah Lot bisa membuat orang awet muda. itulah tadi mitos yang melekat pada Pura Tanah Lot.

Komentar