NUANSA MISTIS TARIAN SANG HYANG JARAN

  • 27 Oktober 2020

Tari Sang Hyang merupakan tari trance (kerauhan) oleh roh-roh Hyang seperti Bidadari ataupun dari binatang. Salah satunya adalah Sanghyang Jaran (kekuatan roh Dewata).

Tarian ini ditarikan oleh seorang pria, bisa juga oleh seorang pemangku atau orang yang dianggap suci . Orang tersebut nantinya yang akan mengendarai kuda-kudaan dari pelepah daun kelapa.

Sebelumnya dimulai dengan rangkaian upacara dan pada akhirnya sang penari kemasukan roh kuda. yang dimana roh kuda ini merupakan tunggangan dari dewata kahyangan.

Saat menari, penari diiringi kidung Sang Hyang Jaran dan gamelan. Tari ini diawali dengan ritual nusdus, yakni upacara penyucian medium dengan asap maupun api.

Proses selanjutnya adalah masolah, di mana para penari yang sudah kemasukan roh kuda mulai menari. Penari yang sudah kerasukan/kesurupan roh akan kehilangan kesadaraanya, sambil memejamkan matanya, berlari kecil, mengelilingi, dan menginjak bara api dari sabut dan batok kelapa.

Tarian ini di tarikan sambil diiringi dengan nyanyian sakral dan gending Sang hyang. Semakin lama tarian tarian semakin memuncak, penari menerjang gundukan bara api.

Api diinjak, ditendang diambil dengan tangan tanpa terbakar sedikitpun. Tarian ini diiringi dengan lantunan kidung Sanghyang Jaran dan gamelan yang tak putus-putus.

Suasana magis semakin lebih terasa lagi saat lampu penerang dimatikan, kelihatan bara api berserakan disana-sini, dan pada akhirnya semua api telah padam. Tari Sang Hyang jaran digolongkan tari sakral karena hanya digelar pada saat-saat tertentu.

Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa tarian ini bisa menolak berbagai jenis roh jahat hingga wabah penyakit. Hal ini menyadarkan kita bahwa ada kekuatan lain di luar kita sehingga menambah kesadaran yang lebih tinggi.

Komentar