Pasukan Ciung Wanara Hanya Berumur Satu Hari

 Kamis, 11 Agustus 2022, 00:00 WITA

IKUTI SEJARAHBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sejarahbali.com, Tabanan - 

Semua masyarakat Bali pasti mengetahui bagaimana sengitnya pertempuran Puputan Margarana masa itu di Kecamatan Marga, Tabanan Bali.

Pertempuran bermula dari perintah Bapak I Gusti Ngurah Rai kepada pasukannya untuk melucuti persenjata polisi NICA saat itu.

Dalam pertempuran sengit tersebut semua pihak pasti juga telah mengenal pasukan Ciung Wanara dipimpin langsung oleh Bapak I Gusti Ngurah Rai, yang tangguh, gagah berani serta setia membela kemerdekaan dan mengusir para penjajah dari tanah Bali.

Akan tetapi, ada cerita serta kisah dari terselip dari nama Ciung Wanara tersebut. Salah satunya diceritakan oleh, Budayawan dan Praktisi Akademisi, Dr. Ir Wayan Windia, mengatakan, bahwa nama Ciung Wanara tercetus langsung dari Bapak I Gusti Ngurah Rai setelah Beliau (Bapak I Gusti Ngurah Rai) selesai bersembahyang di salah satu Pura di Marga. Selanjutnya pada malam hari beliau langsung menyebut pasukan dipimpinnya diberi nama sebagai pasukan Ciung Wanara.

Akan tetapi, nama pasukan dan pasukan Ciung Wanara hanya berumur satu hari saja. Karena, setelah nama Ciung Wanara dicetuskan pada malam hari, besok paginya melakukan pertempuran seharian penuh melawan para penjajah.

"Akhirnya dalam pertempuran yang sengit tersebut seluruh pasukan dipimpin Bapak I Gusti Ngurah Rai  semuanya gugur dalam medan pertempuran di Marga bersama seluruh pasukan Ciung Wanaranya," jelasnya.

Menurut Dirinya, nama pasukan Ciung Wanara dikenal sebagai cerita tradisional di Sunda, karena pada  masa tersebut memang dikenal cerita-cerita rakyat.

Selain itu, melihat Bapak I Gusti Ngurah Rai pada masa itu juga telah memiliki hubungan sangat luas dengan beberapa pihak. Sehinga, Beliau sangat paham dengan cerita tersebut.

Cerita Ciung Wanara merupakan cerita Rakyat yang menceritakan hubungan sangat akrab antara seekor Kera dengan seekor Burung Siung. Sehinga, mungkin dimanifestasikan oleh Bapak I Gusti Ngurah Rai, hubungan akrab antara beliau ( I Gusti Ngurah Rai) dengan anak buahnya yang begitu setia untuk terus bertempur. Mulai dari Tanah Aron, kedaerah Gunung Agung sampai kembali lagi ke Desa Marga, Tabanan.

Dapat dikatakan Beliau sangat terpukau dengan cerita rakyat tersebut, yang menceritakan tentang hungungan sangat hebat, sangat baik antara dua binatang. Apa lagi binatang berbeda jenis. Satu seekor Burung dan satunya seekor Kera.

"Mungkin, terbesit dalam pikiran Beliau kenapa manusia tidak dapat bercermin dari dua binatang tersebut. Maka, akhirnya Bapak I Gusti Ngurah Rai mencetuskan nama pasukan dipimpinnya bernama Ciung Wanara," katanya.

Jika dilihat sebelumnya Pasukan di pimpin Bapak I Gusti Ngurah Rai telah diberinama oleh Jendral Sudirman  sebagai Resimen Sunda Kecil yang mewilayahi Bali, NTB dan NTT pada masa itu.
Selain nama tersebut, anak buah I Gusti Ngurah Rai juga menyebut nama pasukan dipimpin  Bapak I Gusti Ngurah Rai sebagai Resimen Ngurah Rai.

"Jadi, betapa setianya anak buah beliau terhadap Bapak I Gusti Ngurah Rai sampai resimennya disebut sebagai Ngurah Rai. Padahal Bapak I Gusti Ngurah Rai menyebut sebagai resimen Ciung Wanara. Jadi ada nilai-nilai tercermin dalam persahabatan antara dua hal yang sangat baik. Selain itu, dicerminkan juga bagaimana seharusnya orang bersahabat sampai mati," paparnya.

Sembari Windia menambahkan, Bapak  I Gusti Ngurah Rai sangat dihormati oleh anak buah koleganya. Jadi, dapat dikatakan betapa dekat dan hormatnya anak buah Bapak I Gusti Ngurah Rai terhadap beliau, dianggap sebagai seorang pemimpin sejati, berkorban untuk Bangsa dan Negaranya. Serta telah mengorankan sepenuh kepentingan pribadinya, keluarga dan anak istri Beliau.

Penulis : A.A Gede Agung






Sejarah Terpopuler