Mengenal Arti Hingga Makna Banyu Pinaruh: Melukat untuk Memulai Kembali Pikiran yang Jernih - SejarahBali.com

Asal Usul

Mengenal Arti Hingga Makna Banyu Pinaruh: Melukat untuk Memulai Kembali Pikiran yang Jernih

Senin, 30 Agustus 2021 | 09:30 WITA
Mengenal Arti Hingga Makna Banyu Pinaruh: Melukat untuk Memulai Kembali Pikiran yang Jernih

Leiden University

SejarahBali.com, Denpasar.
Sehari setelah Hari Suci Saraswati, umat Hindu melaksanakan pengelukatan ke sumber mata air baik itu pantai atau sungai yang menjadi sumber mata air.
Banyu Pinaruh jatuh pada Redite Paing Sinta atau bertepatan dengan Minggu, 29 Agustus 2021, merupakan hari pertama pada siklus kehidupan berdasarkan kalendar Hindu Bali. 
Banyu Pinaruh berasal dari kata banyu yang berarti air (sumber kehidupan) dan pinaruh dari kata pangeweruh (pengetahuan).
Secara filosofi bermakna membersihkan atau menyucikan diri dengan air ilmu pengetahuan, karena memang pikiran yang kotor atau kegelapan hanya bisa dibersihkan dengan pengetahuan suci.
Masyarakat Hindu Bali, pada siklus pertama ini melakukan penyucian diri, hari yang sangat istimewa dan memiliki makna religius yang sangat tinggi.
Banyu Pinaruh dimulai saat pagi hari sebelum mengawali berbagai kegiatan, umat Hindu datang ke sumber mata air atau pantai untuk melaksanakan ritual pembersihan diri atau melukat.


TAGS : Sejarah Sejarah Bali Banyu Pinaruh Saraswati Sumber Mata Air Pengetahuan Sumber Kehidupan Umat Hindu



Sejarah Terkait :


Sejarah Lainnya