Cerita

Bale Kulkul, Penggak Dan Jineng Di Banjar Grenceng

 Selasa, 28 Februari 2023

BALE KULKUL, PENGGAK DAN JINENG DI BANJAR GRENCENG

IKUTI SEJARAHBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sejarahbali.com, Denpasar - 

Beginilah sejarah, budaya, dan tradisi dilestarikan.

Dahulu orang Bali di pedesaan mengenal istilah penggak, penggak merupakan sebuah tempat seperti Warung atau istilah sekarang "posko", yang berada di pojokan Banjar. Penggak merupakan sebuah wadah informal yang biasa dipakai oleh masyarakat untuk berdiskusi dan melakukan kegiatan sebelum melaksanakan rapat di Banjar.

Biasanya dari penggak ini muncul ide-ide baru yang akan dibicarakan pada rapat Banjar. Pola-pola diskusi seperti ini diterapkan oleh masyarakat bali sejak jaman dahulu. Penggodokan sebuah ide sering dilakukan di sudut-sudut pemukiman masyarakat, bersantai di suatu tempat, sekedar ngopi, melepas lelah, atau sambil mengelus ayam kurungan. Sambil mereka bertemu disana, bersosialisasi, atau berdiskusi kecil.

Diskusi di sebuah penggak kerap kali menghasilkan gagasan yang secara lembaga adalah sifatnya non formal. Bahkan seringkali gagasan sebenarnya sudah selesai di penggak, kemudian di bawa ke forum banjar hanya untuk mendapatkan legitimasi.

Penulis : TImLiputan

Editor : SejarahBali



Sejarah Bali Bali Sejarah


Tonton Juga :











Sejarah Terpopuler





TRENDING TERHANGAT