Klasik

Dua wanita berpose di dekat Patung Gajah di Pura Beji Langon, Kapal, Badung, tahun 1930an

 Sabtu, 11 Mei 2019

SejarahBali.com

IKUTI SEJARAHBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sejarahbali.com, Gianyar - 

Pura Beji Langon terletak di sisi Tukad Penet Banjar Langon Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung. Jika dilihat dari arsitekturnya, terlihat sangat unik. Pura yg bisa diakses dari jalan Pura Sadha ini memiliki susunan bangunan yang terdiri dari batu padas yg diperkirakan umurnya mencapai ratusan tahun.

Pura Beji Langon berfungsi sebagai lokasi pesucian Ida Bhatara yang berstana di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Kapal. Yakni Pura Desa, Pura Dalem, Pura Puseh dan Pura Dalem Gunung Desa Adat Kapal. Selain itu Pura Beji ini juga sebagai tempat untuk melukat Bayuh Oton.

Pura Beji ini memiliki beberapa sumber air, yang memiliki fungsi berbeda. Untuk pesucian Ida Bhatara, sumber air yg digunakan adalah sumber air yg berada di sisi utara pura. Untuk proses pengelukatan, sumber air yg digunakan adalah sumber air yg ada di kolam utama.

Sedangkan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, sumber air yg digunakan adalah sumber air yg berasal dari Gua yg ada di tebing batu padas yg terletak di sisi selatan pelinggih utama Pura Beji.

Selain memiliki beberapa sumber air, keunikan lain dari Pura Beji ini juga terlihat dari segi arsitektur dari Pura Beji Langon. Meskipun sudah sempat direnovasi pada tahun 2006 lalu, namun secara keseluruhan arsitektur di Pura Beji Langon ini masih menggunakan arsitektur aslinya.

Adapun keunikan dari arsitektur Pura Beji Langon yg diperkirakan sdh ada sejak abad ke 14 lalu ini adalah seluruh palinggih yg ada di Beji ini terbuat dari batu padas (paras). Dan, ada satu patung yg paling mencolok dan terletak di sisi selatan Pura, yakni patung Gajah dgn tinggi lebih dari tiga meter dan panjang sekitar lima meter. Patung gajah ini cukup unik. Selain memiliki belalai yang pendek dibandingkan gajah pada umumnya dengan gigi serta gading yang tajam, selain itu pada bagian ekor gajah tidak seperti ekor gajah pada umumnya, tetapi lebih mirip pada ekor burung.

Penulis : TImLiputan



Sejarah Bali Sejarah Bali Wisata


Tonton Juga :











Sejarah Terpopuler





TRENDING TERHANGAT