Klasik

Pura Luhur Sri Rambut Sedana di Jatiluwih, Tabanan

 Senin, 13 Mei 2019

blog desajatiluwih

IKUTI SEJARAHBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sejarahbali.com, Denpasar - 

Pura Luhur Sri Rambut Sedana, terletak di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan. Pura yg terletak di kawasan hutan lindung di lereng Gunung Batukaru ini masih sangat alami.

Pura yg luasnya kurang lebih 8 are ini, merupakan salah satu stana Ida Btara Rambut Sedana, Dewa Kesejahteraan. Karenanya diyakini bahwa dengan bersembahyang di pura ini, seseorang akan dimudahkan rejeki dan kesejahteraannya.

Dari catatan sejarah, di pura ini telah pernah dilakukan ngenteg linggih pada tahun 1933, sedangkan mengenai tahun berapa pura ini dibangun, belum ada catatan sejarah yg ditemukan.

Pura ini, selain vibrasi yg kuat, sesuai dengan susunan pelinggih yg ada yakni pelinggih gede dan  pelinggih jemeng. Konsep dari Pura ini adalah Nyegara Gunung, yg  artinya, kearifan lokal dari Leluhur yg telah membangun Pura ini adalah memberikan pemahaman tentang dimana kita mendapatkan rejeki untuk bisa melangsungkan hidup yakni, laut (nyegara), gunung (gunung). Tahun 2004, saat dilaksanakan pemugaran, ditemukan uang kepeng yg merupakan peninggalan sejarah yg jumlahnya ribuan. Uang kepeng ini sekarang dipendem di bawah Pelinggih Utama.

Pelinggih-pelinggih yg ada di pura ini antara lain, Pelinggih Ageng (Utama), Pesimpangan Grombong Swargaloka (tengahing wana), Pesimpangan Batu Ngaus (pantai seseh), inilah yg kemudian memantapkan bahwa konsep dan filsafat yg terkandung adalah konsep Nyegara Gunung.

Ada juga pelinggih Ida Batara Taksu, Pelinggih Jemeng (Pengayat Dewi Sri) sehingga bernama Pura Sri Rambut Sedana.  Upacara piodalannya dilaksanakan  pada  Buda Wage Kelawu dengan penyejeran selama  3 hari.

Ada peneliti dari kanada, Rusia, dan arkeolog Unud yg hasil penelitiannya menyatakan, bahwa pelinggih yg ada di Pura Luhur Sri Rambut Sedana ini adalah salah satu pura tertua di Bali, pasalnya tidak  ada pesimpangan pura lain disini, seperti yg ada di pura2 umumnya di Bali. Yg ada hanya  2 pesimpangan, yakni gunung dan laut karena hajat (rejeki)  hanya ada di laut dan gunung.

Penulis : TImLiputan



Sejarah Bali Sejarah Bali Wisata


Tonton Juga :











Sejarah Terpopuler





TRENDING TERHANGAT