Asal usul

Pura Pusering Jagat di Pejeng

 Jumat, 25 Agustus 2017

SejarahBali.com

IKUTI SEJARAHBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sejarahbali.com, Klungkung - 

Menurut lontar Kusumadewa, Salah satu Pura Sad kahyangan di Bali adalah Pura Pusering jagat yang terletak di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, kabupaten Gianyar, lima pura lainnya adalah Pura Watukaru, Pura Besakih (Pura Gunung Agung), Lempuyang, Goalawah dan Uluwatu dan Pura pusering Jagat seperti namanya “puser” terletak di tengah-tengah tempat sthana Dewa Siwa. Jarak pura ini dengan objek wisata Tirta Empul, sehingga bisa menjadi tempat alternatif berkunjung saat perjalanan tour ke jurusna Kintamani.

Pura pusering Jagat oleh masyarakat Pejeng disebut juga Pura Kelod, dan beberapa lontar Bali Kuno menyebutkan sebagai Pura Pusering Tasik atau pusatnya Lautan, ini berkaitan dengan cerita para dewa yang mencari tirta Amertha atau tirtha kehidupan di tengah-tengah Samudra yaitu lautan Ksirarnawa. Pura ini diyakini sebagai awal mula kehidupan dan pusat dari alam semesta.\

Di Pura Pusering Jagat untuk pemujaan Tuhan Yang maha Esa, yang manifestasinya sebagai Dewa pelebur yaitu Dewa Siwa, ini terlihat dengan adanya dengan adanya archa Ganesha yang merupakan putra Dewa Siwa dan Dewi Durga yang merupakan sakti dari dewa Siwa. sesuatu yang unik di pura ini, ada juga arca yang berbentuk jenis kelamin laki-laki sebagai simbol Purusa dan jenis kelamin perempuan simbol Pradana.
 
 
Purusa dan Pradana yang merupakan ciptaan Tuhan yang pertama, dan perpaduan ini melahirkan kehidupan sampai saat ini.Peninggalan kuno laiinya yang bisa kita temukan di sini,sebuah bejana yang disebut sangku sudamala yang melambangkan limpahan air suci untuk kehidupan. Di dalam sangku sudamala ini terdapat gambar yang menandakan angka tahun Saka 1251.
 
Pura Pusering Jagat pada jamannya di masa lampau merupakan pusat Kerajaan Bali Kuna. Ada yang menduga bahwa kata pejeng berasal dari kata pajeng yang berarti payung, dan diartikan daris inilah raja-raja Bali Kuna memayungi rakyatnya. Tapi, ada juga yang menduga kata pejeng berasal dari kata pajang (bahasa Jawa Kuna) yang berarti sinar, dan diyakini, dari sinilah sinar kecemerlangan dipancarkan ke seluruh jagat.
Jarak dari Denpasar jika anda melakukan perjalanan dengan kendaraan bermotor, butuh waktu sekitar 55 menit, atau sekitar 80 menit dari bandara. Aci padudusan Alit diselenggarakan setiap 210 hari pada hari Anggara Kasih Wara Medangsiadan Pedudusan Agung digelar setiap satu tahun sekali biasanya jatuh sekitar bulan Agustus.

Penulis : TImLiputan



Sejarah Bali Sejarah Bali Wisata


Tonton Juga :



Asal usul Lainnya :










Sejarah Terpopuler





TRENDING TERHANGAT