Klasik

Sejarah Desa Tibubeneng

 Sabtu, 11 Mei 2019

https://nusakabali.com/portfolio-page/bando-jalan-desa-tibubeneng/

IKUTI SEJARAHBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sejarahbali.com, Gianyar - 

Pada masa Pemerintahan Ida Bhatara Sakti Pemecutan kurang lebih abad ke 14 - 15 kerajaan Badung mengalami perkembangan yang sangat pesat, seperti tata pemerintahan, ketangguhan prajuritnya serta perluasan wilayah.

Sebagai bukti adalah kerajaan Mengwi yang sangat besar dapat dikalahkan sehingga menambah perluasan wilayah kekuasaan diantaranya ; Bukit, Benoa, Jimbaran, Kuta, Padangsambian, Dalung, Kapal, Tibubeneng. Kerajaan - kerajaan kecil tersebut dapat dikuasai oleh Kerajaan Badung yang merupakan suatu perluasan wilayah kekuasaannya.

 Kata Tibubeneng berasal dari kata Tibuan yang artinya bulakan atau sumur, dan Neng artinya tidak ada air atau kering. Kata Tibuan dan Neng menjadi Tibubeneng dan dijadikan nama Banjar serta Desa Tibubeneng sampai saat ini. 

Konon katanya I Gusti Gede Mangku Nangun Yasa bersemadi di Tibuan Neng yang akhirnya dari hasil semadi, beliau mendapatkan senjata yaitu lelandepan bernama Ki Lemat Agung, dan Tamiangnya bernama I Kulen Jaya. 

Setelah beliau mendapatkan senjata tersebut seketika itu pula munculah air dari bawah yang disebut Buit Tirta yang sebelumnya Tibuan tersebut kering tanpa air. Sehingga sampai saat ini dijadikan sejarah yang dituangkan dalam Logo Desa Tibubeneng.

Penulis : TImLiputan



Sejarah Bali Sejarah Bali Wisata


Tonton Juga :











Sejarah Terpopuler





TRENDING TERHANGAT