Kultur

Asal Usul Tirta Klebutan Di Taman Beji Cengana

 Rabu, 16 November 2022

Sejarahbali.com

IKUTI SEJARAHBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sejarahbali.com, Denpasar - 

Tirta Klebutan di Pura Taman Beji Cengana di Desa Adat Darmasaba, Badung, selain dipercaya nunas Taksu serta pembersihan diri. Tersemat juga asal usul cerita ditemukannya Tirta Klebutan yang tepat berada di pinggir Tukad Cengana tersebut.

Menurut, Bendesa Adat Darmasaba, I Made Suardana di Darmasaba menceritakan, konon salah satu tetua di Desa Darmasaba akan membangun rumah.Dirinya kala itu harus mencari bahan bangunan, salah satunya berupa batu paras.

Saat pencarian batu paras tepat berada di sisi tukad, tanpa disengaja saat menggali paras terlihatlah sumber Tirta tersebut. Ditemukannya sumber Tirta tersebut selanjutnya, Dirinya membuat Pancoran dengan menggunakan sebatang bambu.

Selanjutnya diceritakan juga, para penguasa wilayah Darmasaba kala itu bernama Ki Bendesa.Beliau hobi memancing dan memasang bubu di sungai. Setelah Ki Bendesa sering melewati tempat air yang sebelum dikatakan taman pancoran kala itu.

Setiap pagi bubu telah dipasang di sungai selalu berganti dengan daun pandan. Saking penasarannya Ki Bendesa akhirnya mengitip siapa kira-kira orang yang mengganti pancoran telah dipasangnya. Setelah beliau bersembunyi dan sambil mengintip akhirnya, Beliau melihat para wanita cantik (Dedari) yang sedang mandi di pancoran.

{bbseparator}

"Akhirnya satu dari selendang wanita tersebut dicuri oleh Ki Bendesa dan kemudian dijadikan istri oleh Ki Bendesa, " jelasnya.

Selama menikah dengan wanita cantik tersebut lama- kelamaan Ki Bendesa menjadi kaya raya.Kala itu diceritakan banyak tamu berdatang kekediaman Ki Bendesa.

"Setiap tamu yang datang Ki Bendesa bisa menyiapkan makanan untuk para tamu-tamunya kala itu, " cetusnya.

Akan tetapi, diceritakan sang istri Ki Bendesa berpesan tidak boleh membuka tempat menanak nasi milik istrinya.

"Hanya satu pesan sang istri  saat dia pergi ke pasar.Ki Bendesa tidak boleh membuka tempat untuk menanak nasi tersebut.Namun saking penasaran Ki Bendesa melanggar pesan istrinya dan membuka tempat menanak nasi tersebut, " paparnya.

Saat di buka tutup tempat menanak nasi milik istrinya. Dirinya terkejut melihat sehelai padi dan sehelai Bulu Ayam. Lama- kelamaan Ki Bendesa tidak lagi dapat menjamu tamu-tamunya.

Setelah kejadian tersebut akhirnya padi di tempat penyimpanan lama kelamaan habis.Kemudian selendang milik istrinya akhirnya telah ditemukan karena, selendang tersebut berada tepat di bawah batu dan ketan hitam.

Akhirnya sang istri berkeinginan segera pergi ke surga namun anaknya ingin mengikuti ibunya namun ibunya berkata, "Jika kamu ingin mencari ibu carilah ibu di sumur".

"Anaknya diceritakan akhirnya tercebur ke sumur dan meninggal, " katanya.

Sumur tempat anak tersebut terjatuh akhirnya dibuatkan pelinggih, yang dibangun di Jeroan Mangku Dalem, Desa Adat Darmasaba diberi nama Ratu Alit.

Cerita lainnya terkait keberadaan Pura Taman Beji Cengana berkaitan dengan perjalanan Sang Hyang Nirata.Datang guna melakukan pertapaan dalam arti untuk mencari aspirasi.Lama- kelamaan tempat tersebut dipakai sebagai tempat pertemuan.Dari cerita tersebut konon munculnya nama desa Darmasaba.

"Ini ada kaitannya dengan Pura Buda Manis yang di bangun oleh Kebo Iwa. Akhirnya di Desa kami sampai saat ini memiliki 4 Banjar.Banjar Peninjoan konon berfungsi sebagai tempat meninjau rapat, Banjar Cabe karena, pada saat rapat di Pura Buda Manis banyak orang yang membludak datang, Banjar Menesa, dan Banjar Darmasaba, " pungkas Suardana.

Penulis : A.A Gede Agung

Editor : SejarahBali



Sejarah Bali Bali Sejarah Asal Usul Tirta Klebutan Taman Beji Cengana


Tonton Juga :











Sejarah Terpopuler





TRENDING TERHANGAT